Selasa, 22 Januari 2013

Perubahan Sosial Masyarakat di Jalan Nurdin Kel. Cibinong Kec. Cibinong Kab. Bogor


Masalah Ruang Sosial :
Perubahan Sosial Masyarakat di Jalan Nurdin Kel. Cibinong Kec. Cibinong Kab. Bogor
Abror Wiguna

Abstrak
Saat ini, komunitas di jalan Gang Nurdin Cibinong Bogor penuh dengan dinamika perkembangan yang sangat pesat yang ditandai oleh berbagai komunitas masyarakat, pergeseran etnisitas yang mendominasi dan peralihan spesialisasi pekerjaan. Darerah Gang Nurdin sekarang telah bertransfortasi dari daerah yang sepi, gelap, dan becek bila hujan datang dan menjadi daerah yang masih jarang antara rumah dan rumah. Spesialisasi pekerjaan pun berubah, yang dulu bersifat homogen seperti berladang, berkebun, dan memelihara hewan ternak seperti sapi, kambing dan lain-lain. Kini, semakin terspesialisasi dan beragam jenisnya. Dengan lokasi yang strategis dan di jalan pertigaan simpang raya Jalan Mayor Oking terdapat gedung yang menjulang tinggi yang dibangun tahun 2001 akhir yaitu ITC Cibinong yang sekarang salah satu ruang lingkup publik di daerah Cibinong dan sekitarnya. Itc cibinong adalah salah satu ruang publik pertama yang berada di daerah tersebut dan menjadi area yang dijadikan corak perhatian para Insvestor perusahaan-perusahaan swasta dan asing.
Pengantar
Wilayah-wilayah kota saat ini secara umum telah nengalami proses perkotaan kearah kaawasan perkotaan (urban) yang semula adalah pedesaan.[1] Proses yang terjadi salah satunya adalah peningkatan jumlah penduduk yang meningkat mengakibatkan peningkatan pada sebagian sektor ekonomi atau sistem ekonomi. Secara pesat pekembangan kota merupakan indikator dari adanya pertambahan jumlah penduduk di wilayah tersebut. Banyak wilayah-wilayah yang mengalami proses perkembangan sebagai hasil dari faktor-faktor yang terdapat dalam masyarakat yang cenderung menginginkan adanya perubahan. Proses yang mengakibatkan suatu wilayah menjadi kota yang mengalami struktur komersial keberadaannya ditentukan oleh sumber-sumber pasar yang telah tumbuh di kota itu.
Perkembangan suatu wilayah yang berakibat berubah juga pola sosial masyarakatnya, dimana proses-proses perubahan dan struktur penduduk dipengaruhi dan ditentukan oleh sistem sosial, dan proses kependudukan yang mempengaruhi dan menentukan unsur-unsur lain atau dalam berbagai subtansi dalam masyarakat. Perubahan yang terjadi dalam masyarakat seiring dengan pertumbuhan peningkatan penduduk dan berdirinya berbagai inovasi baru dalam teknologi pasar dagang, berdirinya bangunan pabrik-pabrik yang menimbulkan pola-pola baru di dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Sejak berdirinya itc sebagai ruang publik, membuat investor yang melirik daerah tersebut menjadikan sebuah aset bagi perekonomian lokal. Mulailah berdiri satu persatu pabrik-pabrik yang berada di daerah tersebut dan rumah pribadi banyak yang dibangun dan dijadikan rumah kontrakan yang disewakan, sehingga fenomena perubahan sosial etnisitas yang mempengaruhi spesialisasi pekerjaan dari mulai buruh kerja pabrik hingga berdagang di sekitar wilayah tersebut. Hasil tulisan ini akan membahas dalam beberapa bagian. Pertama, isi dari tulisan ini mendeskripsikan kota Cibinong dan wilayah Jalan Nurdin, serta diiringi dengan sejarah singkat. Kedua, dampak perubahan sosial yang ditimbulkan dari perencanaan pembangunan. Ketiga, membahas mengenai perubahan-perubahan sosial di Jalan Nurdin, dengan menggunakan 2 (dua) fase yaitu fase I: Tahun 1999 dan fase II: Tahun 2012, yang akan memperlihatkan indikator-indikator yang menjadi pembangunan-pembangunan sekarang.
Studi ini difokuskan pada pendorong perubahan sosial wilayah jalan Nurdin, kota Cibinong yang mulai berdiri berbagai sektor perdagangan dan bangunan pabrik-pabrik hingga bangunan perumahan. Apakah dengan berdirinya berbagai sektor-sektor dapat mempengaruhi tingkat ekonomi masyarakat yang telah berkembang atau apakah sektor-sektor tersebut menjadi indikator yang berrnilai negatif bagi warganya.
Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data yang diperoleh dalam di bentuk tanggapan tentang suatu gejala atau pola-pola yang nampak, melalui metode survei, penulis mengumpulkan data dan memperoleh informasi yang sama atau sejenis dari berbagai individu atau kelompok masyarakat yang terkait. Dikaitkan dengan berbagai sumber informasi dengan bantuan berbagai materi seperti buku, majalah, artikel, kisah sejarah, dan lain sebagainya. Maka hal yang dapat dikonsepkan menyangkut sejarah perubahan, arti penting Jalan Nurdin,        dan pertumbuhan masyarakat Jalan Nurdin menjadi wilayah perkotaan.
Sejarah Singkat Jalan Nurdin
Kehidupan yang dinamis tentang pertumbuhan dan perkembangan penduduk baik dari segi sosial,kultural dan budaya telah mengarahkan mobilisasi penduduk dari arah pedesaan ke arah perkotaan ,dulu dikenal sebagai urbanisasai tetapi sekarang konsep dari urbanisasi sendiri telah mengalami perluasan yang cukup kompleks.Urbanisasi tidak lagi dipandang sebagai alur perpindahan populasi penduduk dari desa ke kota melainkan sebagai konsep dasar pemikiran baru tentang proses pengkotaan.
Dalam proses perubahan-perubahan baru selalu terjadi tanpa mengenal batasan ruang dan waktu. Telah berada pada ujung masa industri dan akses dengan sangat mudahnya melalui berbagai media elektronika yang berkembang, secara otomatis keadaan demikian akan sangat mempengaruhi pola perilaku masyarakat. Kajian mendalam tentang aspek-aspek perilaku sosial masyarakatan yang dipadukan dengan perkembangan dalam cakupan modernisasi serta globalisasi akan sangat membantu dalam melihat lebih lanjut tentang pola keruangan dan dinamisasi masyarakat yang tengah berlangsung.
Kondisi tahun 80-an jalan ini sangat sulit dari berbagai transportasi, maka jalan ini tidak terlalu diperhatikan oleh berbagai kalangan apalagi investor yang memiliki modal. Adanya pertumbuhan ekonomi yang menguntungkan membuat para investor datang dan mendorong iklim perubahan ekonomi. Sehingga investor cenderung menahan tidak melirik daerah tersebut.
Jalan Nurdin mempunyai sejarah yang mengiringi tiap gerak perubahan hingga saat ini. Ditahun 1980-an sangat sedikit sekali fasilitas kesehatan di daerah tersebut, walaupun pemerintah daerah sudah menyediakan puskesmas sebagai fasilitas kesehatan untuk warga Jalan Nurdin tetapi dengan transportasi dijalan ini tidak ada angkutan kota melintas, maka masyarakat umumnya menggunakan jasa ojek atau berjalan kaki sampai kepuskesmas yang berjarak 5 kilometer.
Jalan Nurdin mulai dikenal sejak tahun 1987. Dengan kehadiran Dokter Nurdin  yang membuka praktek di daerah tersebut, dan dengan keberadaannya membuat masyarakat mulai gampang jika anggota keluarganya membutuhkan pertolongan dokter. Kebutuhan masyarakat terhadap kesehatan mulai dirasa sejak klinik praktek Dr. Nurdin dibuka, dibandingkan mereka harus berjalan kaki sejauh 5 kilometer kearah kepuskesmas yang telah disediakan pemerintah daerah. Disinilah Jalan Nurdin mulai dikenal di wilayah Cibinong terutama di Jalan Mayor Oking hingga saat ini.
Foto I : Rumah Sakit Nurdin







Sumber : Dokumentasi penulis, 2012
Berdasarkan foto I terlihat sebuah rumah sakit Nurdin, yang berasal dari nama seorang Dokter yang memang sangat membantu pada masanya hingga sekarang. Dengan begitu nama Nurdin menjadi sebuah Jalan di kawasan Cibinong hingga saat ini. Sekitar tahun 1999-an, Jalan Nurdin merupakan daerah yang cukup subur, masih banyak berupa bentangan lahan pertanian, perikanan dan hewan ternak. Keadaan rumahpun masih sedikit dan jarang-jarang begitupun keadaan ekonomi yang masih mengandalkan hasil pertanian, perikanan dan hewan ternak, tanah pada saat itu masih sangat murah sehingga menarik para pendatang dan investor-investor untuk membelinya, hal ini yang dituturkan oleh Pak Sabar selaku Ketua Rt. 01, yang mengatakan sebagai berikut:
”harga semeter tanah dulu kisaran Rp. 80.000.- sampai Rp. 100.000.- tetapi sekarang tanah daerah Jalan Nurdin sudah jutaan rupiah, sehingga banyaknya para pemilik modal yang mempertaruhkan modal mereka untuk membeli tanah yang berada didaerah ini, sekarang wilayah ini sudah mulai mahal sejak berdirinya sektor-sektor perdagangan dan berbagai pabrik yang mulai dibangun di tahun era Suharto”.[2]
Dari hasil penuturan tersebut kita dapat menarik informasi daerah tersebut termasuk daerah yang memiliki potensi pembangunan daerah yang cukup besar, terutama pembangunan pabrik, kontrakan dan ruang publik. Akhir-akhir ini banyak sekali pembangunan yang berada disekitar jalan Nurdin yaitu dengan dimulainya beberapa pembangunan pabrik Garment dan Perumahan Visar, sehingga mengakibatkan infrastruktur bangunan di daerah tersebut menjadi berbeda dari tahun ketahun.
Letak Geografis
Dalam kurun waktu yang telah lama, Jalan Nurdin mengalami perubahan secara bertahap dengan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat, dinamakan evolusi.[3] Jalan Nurdin berada di Kelurahan Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Lokasi Jalan Nurdin yang langsung berhubungan dengan Jalan Raya Bogor Mayor Oking adalah jalan penghubung antara Jalan Bakor Surtanal dan jalan Raya Bogor dan Palad Angkatan Darat. Jalan Nurdin merupakan salah satu jalan sentral yang berada di Cibinong artinya mobilitas yang terjadi disekitar saat ini dipengaruhi oleh fungsinya sebagai jalan alternatif dari jalan utama yaitu Mayor Oking dan jalan Raya Bogor.
Aktifitas pembangunan di Cibinong Raya nampak di setiap sudut kawasan. Infrastruktur pendukung berupa jalan raya baru kini tengah dibangun. Pengembangan perumahan pun agresif dilakukan. Begitupula dengan pembangunan fasilitas publik dan komersial. Dengan begitu mengakibatkan kesetiap sudut kota Cibinong yang sedang gencar-gencarnya pembangunan. Bahkan Bupati Bogor Rahchmat Yasin yang tak henti berupaya mempercepat bangunan agar pengembangan kota Bogor umumnya sudah berkembang sehingga membentuk menjadi kota yang bisa berdiri sendiri dari faktor manapun.
Tujuan pengembangan  untuk menampung luberan pertumbuhan kota. Selama ini menjadi pilihan pertama orang Jakarta bila mencari rumah. Kepala Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Bogor, Pemkab Bogor sudah memiliki Perda No 19/2008 tentang Tata Ruang Wilayah yang mengatur arah pemanfaatan ruang.[4] Dalam mengamati perubahan para teoretisi menggunakan berbagai katagori yang berbeda untuk menggambarkan ciri-ciri dan struktur masyarakat yang lama yang telah runtuh dan tatanan masyarakat baru yang sedang terbentuk yaitu menganggap bahwa peubahan sosial merupakan gerakan searah garis lurus. Masyarakat berkembang dari masyarakat primitif menuju masyarakat maju dan membaurkan antara pandangan subjektif tentang nilai dan tujuan akhir perubahan sosial menuju masyarakat modern, merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari.[5]
Pertambahan penduduk yang terjadi pada wilayah menentukan berbagai katagori yang berbeda yang menggambarkan wilayah tersebut, dengan adanya masyarakat baru yang nantinya akan terbentuk, maka tatanan masyarakat lama akan berubah mengikuti evolusi yang ada kearah yang akan terbentuk seolah-olah bagaikan garis lurus yang antara pandangan subjektif tentang nilai dan norma dan tujuan dimasyarakat Jalan Nurdin tersebut. Adanya kebiasaan yang berubah dari pola yang lama kearah pola yang baru yang akan terbentuk yaitu kearah modern.
Kota Cibinong adalah penyambung dari dua kota besar dimana letak georafisnya diantara Kota Jakarta dan Kota Bogor, dimulai dengan pembangunan jalan utama dan tol Jagorawi yang membuat jalur akses jalan menuju kota ini sangat mudah. Sehingga membuat para investor melirik kota ini memiliki aset besar yang nantinya akan menjanjikan dan mendapatkan untung yang besar pula. Letak  jalan Nurdin merupakan jalur penghubung antara lingkup kota Cibinong yang terbagi berbagai Kelurahan dan Desa. Dengan begitu dapat dilihat bahwa lokasi Jalan Nurdin sangat strategis. segala macam sarana seperti angkutan umum, prasarana pertokoaan, Mall dan lain-lain. Sehingga dapat dijangkau dengan mudah, ini menunjukan bahwa lokasi ini cukup diperhitungkan sebagai tempat pembangunan yang strategis.
                 Foto II : Tampak dari depan







      Sumber : Dokumentasi penulis, 2012
Gambar foto II memperlihatkan kondisi sekarang di Jalan Nurdin yang sudah ramai dengan angkutan kota dan sudah berdiri Mall ITC, dengan berdirinya itc sebagai central pembelanjaan dan pusat handphone menjadikan salah satu ruang publik masyarakat Cibinong hingga sekarang, dengan demikian masyarakat Cibinong mengalami gaya perubahan hidup yang sangat signifikan sehingga membuat para pendatang dari luar kota Cibinong mencoba mencari nafkah dengan berjualan atau menjadi tukang ojek.
Munculnya trayek baru yang menghubungkan antara Jalan Mayor Oking dan Jalan Cirimekar merupakan salah wujud dorongan lahirnya perkotaan diwilayah tersebut. Pertumbuhan wilayah Jalan Nurdin semakin jelas terlihat sampai tahun belakang ini. Salah satunya ditandai dengan maraknya sektor usaha formal ataupun informal yang dibangun. Pendirian bangunan pabrik-pabrik dan berbagai rumah kontrakan sebagai usaha di daerah tersebut dibangun seiring dengan perkembangan wilayah Jalan Nurdin.
Kini, wilayah Jalan Nurdin mencirikan masyarakat perkotaan dengan tingkat masyarakat perkotaan dengan tingkat modernisasi yang tinggi. Wilayah yang tadinya adalah wilayah perikanan, tanah, kebun, sawah dan pepohonan yang rindang, kini telah berganti menjadi tanah perumahan dan pabrik-pabrik dengan berdiri berbagai bangunan-bangunan. Dimana masyarakatnya mempengaruhi pola kehidupan dengan munculnya inovasi-inovasi baru di lingkungan masyarakat yang ada. Inovasi ini terlihat dari bidang ilmu pengetahuan, dan teknologi yang berkembang di wilayah Jalan Nurdin.
Kondisi yang strategis dan juga akses yang mendukung sehingga usaha pasar modal dan berdirinya pabrik-pabrik membuat masyarakatnya membangun rumah-rumah kontrakan semakin bermunculan dan berkembang. Munculnya suatu wilayah menjadi kota modern akan mengakibatkan terjadinya proses globalisasi. Proses pertumbuhan ekonomi masyarakat sehingga sistem ekonomi dimasyarakat  kearah kapitalisme menjadi sangat mengglobal di Jalan Nurdin. Hal ini sejalan dengan tumbuh dan berkembangnya kapitalisme diwilayah perkotaan. Pertumbuhan sistem ekonomi kapitalis mengakibatkan masyarakat mangalami perubahan sosial. Dengan demikian kondisi ekonomi pada wilayah perkotaan semakin diminati oleh pengusaha atau masyarakat kecil sekalipun.[6]
Foto III : Tampak dari sebelah kiri.
Sumber : Dokumentasi penulis, 2012
Gambar foto III, memperlihatkan sisi sebelah kiri dari Mall itc Cibinong, dalam gambar tersebut terlihat bahwa aktifitas perekonomian masyarakat didaerah tersebut sudah mengalami perubahan, dikarnakan ruang publik menjadi tempat berwirausaha.
Dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang menguntungkan membuat pertumbuhan industrialisasi yang semakin terasa dampaknya yang membuat efek terhadap ketidak harmonisan hubungan manusia dengan alam/tumbuhan seperti yang terjadi di Kota Jakarta sekarang ini. Untungnya wilayah Jalan Nurdin masih banyaknya lahan yang dipergunakan warga sekitar untuk membudidayakan pertanian dan pertenakan sehingga ekosistem kesetabilan masih tetap terjaga. Tetapi jika perkembangan terus menerus berlangsung maka kesetabilan ekositem akan menunjukan reaksi seperti di Kota Jakarta yaitu: meningkatnya suhu udara, banjir, pencemaran air bersih, pencemaran udara dengan meningkatnya CO, dan sebagainya.
Perubahan Sosial Masyarakat Jalan Nurdin
Ketergantungan ekonomi sebagai akibat dari ketimpangan karena semua perilaku ekonomi seperti memilih pekerjaan, melaksankan profesi, menjual, membelli, menabung dan lain sebagainya tunduk dan patuh terhadap segala sesuatu yang diinternalisasikan dalam kehidupan sosial seperti nilai, norma, adat-kebiasaan, dan tata-kelakuan. Jika keuntungan ada didepan mata maka seseorang akan memilihnya meski nilai dan norma adat atau agama melarang tindakan tersebut.[7] Ini yang terjadi diwilayah Jalan Nurdin yaitu perubahan yang terjadi membuat tingkat kehajahatan dan tindakan ekonomi menjadi tidak sehat seperti wajarnya.
Dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka tata guna lahan semakin berfungsi dalam masyarakat. Selain sebagai wilayah pemukiman, lahan yang ada akan berfungsi sebagai penunjang kebutuhan masyarakat. Lahan tersebut dimanfaatkan untuk berdirinya berbagai sektor usaha yaitu petakan kontrakan pabrik-pabrik dan usaha informal kecil seperti warung dan menengah, seperti pasar tradisional yang selalu ada setiap minggunya pada saat pabrik memberika upah kerja karyawan.
Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat selalu mengalami perubahan, tidak ada masyarakat yang tidak mengalami perubahan dari tahun ke tahun yaitu dari masyarakat desa hingga masyarakat ke arah perkotaan. Perubahan ini terbagi kedalam dua fase, untuk melihat dengan jelas pola perubahan yang terjadi di masyarakat Rt. 01.
Fase I: Tahun 1999
Pada kurun waktu kurang lebih sepuluh tahun terakhir sebuah wilayah yang tadinya sepi dan gelap disulap menjadi ruang publik dan pedagang kakilima yang berada disekitar tersebut, pada saat itu masyarakatnya masih masyarakat asli atau peribumi, umunya adalah sebuah keluarga besar yang lama menghuni wilayah tersebut. Keadaan yang berbeda sangat dirasakan saat beranjak tahun 1999-an dengan ditandai masuknya perencanaan pembangunan sebuah ruang publik dan pabrik-pabrik, perumahan dan rumah kontrakan yang berjajar sangat padat.
Sehingga di mana para pendatang mulai berdatangan, mereka berasal dari macam-macam daerah mulai dari Jawa, Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan dan lain-lain. Kebanyakan mereka datang membawa sanak keluarga untuk tinggal dan mengadu peruntungan. Pasca kedatangan penduduk membuat perubahan yang mendasar dari segi spasial, yang tadinya sepi dan gelap sekarang menjadi tempat cenderung padat. Berdasarkan data jumlah penduduk termasuk kelurahan Cibinong, pada tabel 1.1 mengenai data jumlah penduduk.
Tabel 1.1 Jumlah penduduk Kelurahan
Kelurahan
Tahun
Jumlah Penduduk

Cibinong
1999
10.383
2002
12.613
2003
13.193
2004
13.879
2005
14.099
2009
16.276
2010
18.886
2011
20.646
2012
24.756
Sumber: Data diolah dari buku data penduduk Kelurahan Cibinong
Dari data jumlah yang diperoleh, dapat dilihat peningkatan dari tahun 1999 sampai 2012, telihat disini bahwa urbanisasi yang terjadi di daerah ini mengalami peningkatan yang tragis berubah dari tahun ketahun, yaitu terlihat dari tahun 2010 hingga 2012, peningkatan penduduk sangat berdeda dari tahun-tahun sebelumnya yaitu hanya seberapa persen saja peningkatannya. Sehingga dengan demikian hubungan antar warga dulu sangat kuat, dan kebersamaan antarwarga sangat kompak terjalin. Hubungan ini terlihat pada kegiatan ronda malam yang dulu sering terisi di setiap pos ronda yang telah disediakan warga dan kegiatan kebersihan lingkungan yang dulu sering dilakukan setiap minggu sekali.
Fase II : Tahun 2001
Fase ini merupakan adanya berbagai rencana pembangunan di daerah Jalan Nurdin yang dimulai melalui perbaikan jalan utama yaitu Jalan Mayor Oking dan Jalan Raya Bogor lintas Citeurep, akses jalan yang mempermudah masuk ke daerah ini membuat perencanaan pembangunan dan pabrik-pabrik mulai didirikan, yang di awalin dari pembangunan perumahan Visar. Terutama mereka memperbaiki akses jalan masuk proyek, lalu setelah perencanaan ini terbangun, mulailah pabrik-pabrik di bangun.
Pertama pabrik di daerah Jalan Nurdin adalah Pengolahan Air minum Oasis walaupun sebelumnya ada pabrik Serena Indopangan yang sudah lama berdiri tegak, tetapi tidak cukup disitu saja pembangunan bertambah, kemudian mulai beberapa pabrik berdiri. Dengan ini maka para urban mulai berdatangan dari berbagai pelosok Indonesia.
Dahulu di Jalan Nurdin tidak ada masyarakat berlalu-lalang pada malam hari dan begitu juga malam minggu, yang biasanya ajangnya buat kalangan muda. Jika melihat kondisi lingkungan disekitar yang sekarang telah burubah dari tahun yang lalu, dengan demikian membedakan warga asli peribumi dan pendatang menjadi sangat kompleks dan susah membedakannya.
Ada keunikan di masyarakat Jalan Nurdin ini, masih adanya kegiatan agama yang masih berjalan hingga saat ini, yaitu pengajian ibu-ibu yang dipimpin oleh ibu Yoyo selaku penanggung jawab pengajian, beliau salah satu yang di tertuakan di dalam pengajian tersebut, pengajian ini ada beberapa hubungan kemasyarakatan, yaitu: Para ibu-ibu rumah tangga di ajarkan kerajinan tangan yang nantinya akan dijual ke setiap anggota juga agar dapat di publikasikan ke berbagai kalangan dan kegiatan arisan yang biasa dilakukan setelah acara pengajian.
Bahwa warga masih memiliki rasa ikatan solidaritas yang kuat dengan warga yang masih menetap dan juga membuktikan kesadaran dalam menjalankan kegiatan pengajian. Fenomena ini yang memperkuat solidaritas di warga Jalan Nurdin. Ternyata pertambahan penduduk tidak mengubah tradisi pengajian yang sudah ada sejak tahun 1990-an bahkan ada beberapa pendatang yang memang sudah memiliki kartu tanda penduduk (KTP) menjadi anggota baru pengajian tersebut, walau terkadang para urban datang dari daerah lain ingin mengadu hidup di kota baru dan mereka cenderung memisahkan diri dari warga sekitar. Disinilah perbedaan antara pendatang yang sudah menetap dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), terkadang menimbulkan komunitas-komunitas baru dari berbagai kalangan, jika mereka dari daerah Jawa maka hanya lingkup sosial suku Jawa saja, begitu juga dengan komunitas daerah luar kota lainnya.
Faktor Struktural Perubahan Sosial Di Masyarakat Jalan Nurdin
Sudah kita jabarkan diatas mengenai perubahan yang terjadi pada masyarakat Jalan Nurdin, maka pada bagian ini penulis mencoba mengungkapkan tentang faktor yang melatar belakangi adanya perubahan yang dilakukan oleh pihak perusahan swasta, asing dan alasan perencanaan pembangunan Jalan Alteratif. Pembangunan yang sangat menonjol yaitu pada pembangunan ITC sebagai ruang publik masyarakat di Jalan Nurdin tersebut, lalu mulai berbagai perusahaan asing masuk dan membangun pabrik sepatu yang bernama Fans Safety setelah itu baru pabrik-pabrik Garment mulai dibangun pula.


Urbanisasi adalah suatu kawasan yang semula bercirikan pedesaan (rural) menjadi kawasan perkotaan (urban).
Penuturan Pak Sabar yang telah tinggal diwilayah tersebut sejak beliau lahir dan merupakan ketua RT 01.
[3]
Soejono soekamto, Sosiologi Suatu Pengantar. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1990), hlm. 311.
Suwarsono. Alvin Y. So. Perubahan Sosial dan Pembangunan. Jakarta: Cetakan keempat, Febuari 2006 (edisi revisi). Penerbit Pustaka LP3ES Indonesia, anggota Ikapi. Hlm. 10.  
[6]
Proses faktor masyarakat Jalan Nurdin mengalami perubahan, yakni di dalam bidang ekonomi kapitalisme dengan makin banyaknya pertumbuhan usaha dagang dan rumah kontrakan yang diakibatkan berdirinya pabrik-pabrik diwilayah tersebut.
[7]
Prof. Dr. Damsar. Pengantar Sosiologi Ekonomi. Jakarta: Kencana 201. Edisi. 1. Cetakan. 1. Hlm. 140.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar